Oleh: Rizki Fadhlillah
Fariz
Banyak
anggapan mengenai liga sepakbola Italia, pasca skandal pengaturan skor atau calciopoli
tahun 2006 yang mengguncang jagat sepakbola dunia, Italia mengalami banyak
penurunan, baik di tim nasional maupun liganya.
Pemain-pemain
seperti Zinadine Zidane, Ricardo Kaka, Ronaldo de Lima, Paolo Maldini, Alessandro
Del Piero pernah menghiasi liga Serie A Italia. Kini, tak banyak pemain sohor yang
ada di liga Italia, mungkin ini adalah salah satu bentuk penurunan kualitas
dari sepakbola Italia.
Serie
A kalah mentereng dengan liga-liga top lainnya di eropa seperti Inggris,
Spanyol, Jerman dan Prancis yang memiliki banyak pemain-pemain berlabel bintang,
sebut saja Cristiano Ronaldo (Real Madrid), Lionel Messi (Barcelona) atau Zlatan Ibrahimovic bersama Manchester
United.
Kekuatan
finansial menjadi salah satu unsur kuat di sepakbola era modern. Real Madrid,
Bayer Munchen, Manchester United tak pernah ragu untuk memboyong pemain dengan
harga yang fantastis.
Contoh
terbaru adalah pembelian Paul Pogba yang mencapai €105 juta dari Juventus, yang
menasbihkan dirinya sebagai pemain dengan label termahal. Hal inilah yang sulit
dilakukan klub-klub liga Italia yang minim dari segi keuangan.
Liga
Italia saat ini sedang dilanda krisis keuangan, menumpuknya hutang klub menyebabkan
neraca keuangan yang tidak sehat. Contoh paling miris adalah AC Parma yang
harus menelan pil pahit setelah dinyatakan bangkrut oleh pengadilan Italia pada
2014 lalu akibatnya, AC Parma harus turun ke kasta terendah liga.
Tahun
ini jumlah kerugian liga Italia naik, pada musim 2013/2014 jumlah kerugian
sudah mencapai €220 juta, tahun ini jumlah itu naik menjadi sekitar €365 juta,
sungguh sebuah ironi bagi jagat sepakbola Italia
Namun,
tak semua klub di Italia berada pada situasi sulit, salah satu yang paling
berkembang adalah klub asal Turin yaitu Juventus. Meski sempat terpuruk pasca
degradasi ke Serie B akibat skandal pengaturan skor, Juve kembali bangkit membuat
era baru.
Salah
satu yang membedakan Juventus dengan tim lainnya adalah, mereka memiliki
stadion sendiri. Hal itu menjadikan bianconeri
sebagai satu-satunya tim yang memiliki stadion pribadi di Italia. Berkat
itulah Juventus menjadi klub Italia dengan neraca keuangan paling sehat.
Meski
begitu, sepakbola Italia tetaplah salah satu kekuatan terbaik di dunia, hal
tersebut bisa dilihat dari prestasi-prestasi yang diraih baik di timnas maupun
klub. Pembenahan terus dilakukan oleh klub-klub Italia, dan hal tersebut patut
ditunggu.
