Minggu, 30 Oktober 2016

Ada Apa Dengan Sepakbola Italia?


Oleh: Rizki Fadhlillah Fariz
Banyak anggapan mengenai liga sepakbola Italia, pasca skandal pengaturan skor atau  calciopoli tahun 2006 yang mengguncang jagat sepakbola dunia, Italia mengalami banyak penurunan, baik di tim nasional maupun liganya.
Pemain-pemain seperti Zinadine Zidane, Ricardo Kaka, Ronaldo de Lima, Paolo Maldini, Alessandro Del Piero pernah menghiasi liga Serie A Italia. Kini, tak banyak pemain sohor yang ada di liga Italia, mungkin ini adalah salah satu bentuk penurunan kualitas dari sepakbola Italia.
Serie A kalah mentereng dengan liga-liga top lainnya di eropa seperti Inggris, Spanyol, Jerman dan Prancis yang memiliki banyak pemain-pemain berlabel bintang, sebut saja Cristiano Ronaldo (Real Madrid), Lionel Messi (Barcelona) atau Zlatan Ibrahimovic bersama Manchester United.
Kekuatan finansial menjadi salah satu unsur kuat di sepakbola era modern. Real Madrid, Bayer Munchen, Manchester United tak pernah ragu untuk memboyong pemain dengan harga yang fantastis.
Contoh terbaru adalah pembelian Paul Pogba yang mencapai €105 juta dari Juventus, yang menasbihkan dirinya sebagai pemain dengan label termahal. Hal inilah yang sulit dilakukan klub-klub liga Italia yang minim dari segi keuangan.
Liga Italia saat ini sedang dilanda krisis keuangan, menumpuknya hutang klub menyebabkan neraca keuangan yang tidak sehat. Contoh paling miris adalah AC Parma yang harus menelan pil pahit setelah dinyatakan bangkrut oleh pengadilan Italia pada 2014 lalu akibatnya, AC Parma harus turun ke kasta terendah liga.  
Tahun ini jumlah kerugian liga Italia naik, pada musim 2013/2014 jumlah kerugian sudah mencapai €220 juta, tahun ini jumlah itu naik menjadi sekitar €365 juta, sungguh sebuah ironi bagi jagat sepakbola Italia
Namun, tak semua klub di Italia berada pada situasi sulit, salah satu yang paling berkembang adalah klub asal Turin yaitu Juventus. Meski sempat terpuruk pasca degradasi ke Serie B akibat skandal pengaturan skor, Juve kembali bangkit membuat era baru.
Salah satu yang membedakan Juventus dengan tim lainnya adalah, mereka memiliki stadion sendiri. Hal itu menjadikan bianconeri sebagai satu-satunya tim yang memiliki stadion pribadi di Italia. Berkat itulah Juventus menjadi klub Italia dengan neraca keuangan paling sehat.
Meski begitu, sepakbola Italia tetaplah salah satu kekuatan terbaik di dunia, hal tersebut bisa dilihat dari prestasi-prestasi yang diraih baik di timnas maupun klub. Pembenahan terus dilakukan oleh klub-klub Italia, dan hal tersebut patut ditunggu.

32 komentar:

  1. Wah sepakbola Italia hrus berbenah nih dan memperbaiki diri supaya brjaya lgi sperti dlu

    BalasHapus
  2. Ga ngerti bola, tapi artikelnya cukup bagus👍

    BalasHapus
  3. Walaupun artkelnya bukan grup sepak bola kebanggaan pacarku, tp artikelnya sangat bagus pak

    BalasHapus
  4. Wah menambah info ttg sepak bola italia nih walaupun bukan penggemar sepak bola hehe ditunggu tulisan selanjutnya

    BalasHapus
  5. Waw, tetap maju sepakbola italia

    BalasHapus
  6. Liga aki-aki yang sudah mulai kurang peminat karena kasus pengaturan skor Juventus. Sangat menarik. Ale Inter Pazza Inter Amalla!

    BalasHapus
  7. Waah artikelnya menambah ilmu banget nih buat yg gangerti bola. Makasih infonya

    BalasHapus
  8. wah bagus sekali artikelnya mas Fariz, makasih ya.

    BalasHapus
  9. Juventus. Sangat menarik juga.. Mantap

    BalasHapus
  10. Besok2 bikin artikel tentang Milan dong

    BalasHapus
  11. Besok2 bikin artikel tentang Milan dong

    BalasHapus
  12. Gaiiiss, gua mau minta tolong dong buat inagurasi, tiap kelas bawa lampion terbang 1 ajaa cukup kokk bebas warna/ukuran. Makasih yaaa������

    Harganya jg gak sampe 20rb kokk, dikober ada tuhh

    BalasHapus
  13. Ternyata ga hanya di negeri kita aja ya yang sepakbolanya bermasalah, italia pun juga

    BalasHapus
  14. Rumit juga sepakbola negara pizza..

    BalasHapus
  15. Maju terus liga italia, kau pasti bisa menjadi salah satu liga kompetitif terbaik di dunia

    BalasHapus